Archive for Februari 2014
Sekarang Giliranku
Surat ini aku tujukan untuk mereka yang
kusebut dengan “keluarga” Ayah dan Ibu, aku tahu bagaimana cara untuk tidak
takut untuk menghadapi dunia. Caranya mudah sekali. Hanya mengingat wajah
kalian saja mampu membakar semangat yang sebelumnya aku punya menjadi membara.
Aku juga tahu untuk tidak takut, karena tangan kalian yang akan selalu ada
untukku dan menggenggamku. Lantas siapa lagi yang pergelangan tangannya rela
untuk selalu bersimpuh kepada-Nya selain mu, Ayah, Ibu?
Terimakasih untuk semuanya yang telah
maupun belum kalian lakukan kepadaku. Rindu? Tentu saja aku tahan. Jangan
cemas, aku tahu dunia ini sangat kejam. Hanya saja aku harus tahu mana yang
memang benar-benar ditunjukkan-Nya padaku dan mana yang bukan.
Kini, aku telah menginjak kedewasaan
tingkat sedang, belum sepenuhnya dewasa. Dan kali ini juga aku sedang berusaha
bagaimana menjadi seseorang yang berkepribadian dewasa. Tidak hanya dewasa,
semua permasalahan duniawi pun harus ku lahap habis-habis. Tak lupa dengan
akhirat yang memang menjadi kewajibanku sebagai seorang muslim dari lahir.
Semenjak itu. Iya, semenjak dimana aku
harus berpisah dengan kalian untuk sementara waktu. Semenjak semuanya apa-apa
dilakukan dengan mandiri. Terasa bagaimana hidup tanpa adanya kalian. Meskipun
itu “terlihat” sementara, namun rasanya tidak terlihat begitu sementara. Dan
kali ini aku sedang berusaha menunjukkan sekaligus membuktikan bahwa apa yang
kalian tanamkan sejak kecil itu sudah aku resapi dengan baik. Aku siap
menerapkannya kepada kehidupanku tanpa kalian yang sementara ini. Baik pada
diriku sendiri maupun kepada lingkungan sekitar.
Tidak lupa pula kepada kakak yang selalu
memberi arahan sampai pada akhirnya aku ada di Universitas Jember ini.
Terimakasih untuk tenaga yang dikorbankan untukku. Baik yang terlihat maupun
tidak terlihat.
Mungkin hanya sekedar ucapan terimakasih
saja tidak akan cukup untuk menyampaikan rasa syukurku kepada apa yang telah aku
dapat selama aku hidup dengan kalian. Karena semua yang aku dapatkan pelajaran
tentang hidup tak akan pernah diajarkan
oleh orang lain dalam hidupku selain keluarga. Aku ada didunia ini pun karena
cinta dari keluarga.
Terimakasih (lagi) semoga kalian sehat
selalu dan tetap dalam lindungan-Nya. Selalu! Dan doakan selalu. Semoga disaat
aku kembali nanti, membawa segudang kebahagian dan aku akan mengunduhnya untuk
kalian. Sekarang giliranku, Ayah, Ibu, Kakak!
About Me
- Unknown
Clock
>>>Hallo<<<
[Tulis]
|
[tutup]

