Unknown On Jumat, 07 Februari 2014


Surat ini aku tujukan untuk mereka yang kusebut dengan “keluarga” Ayah dan Ibu, aku tahu bagaimana cara untuk tidak takut untuk menghadapi dunia. Caranya mudah sekali. Hanya mengingat wajah kalian saja mampu membakar semangat yang sebelumnya aku punya menjadi membara. Aku juga tahu untuk tidak takut, karena tangan kalian yang akan selalu ada untukku dan menggenggamku. Lantas siapa lagi yang pergelangan tangannya rela untuk selalu bersimpuh kepada-Nya selain mu, Ayah, Ibu?

Terimakasih untuk semuanya yang telah maupun belum kalian lakukan kepadaku. Rindu? Tentu saja aku tahan. Jangan cemas, aku tahu dunia ini sangat kejam. Hanya saja aku harus tahu mana yang memang benar-benar ditunjukkan-Nya padaku dan mana yang bukan.

Kini, aku telah menginjak kedewasaan tingkat sedang, belum sepenuhnya dewasa. Dan kali ini juga aku sedang berusaha bagaimana menjadi seseorang yang berkepribadian dewasa. Tidak hanya dewasa, semua permasalahan duniawi pun harus ku lahap habis-habis. Tak lupa dengan akhirat yang memang menjadi kewajibanku sebagai seorang muslim dari lahir.

Semenjak itu. Iya, semenjak dimana aku harus berpisah dengan kalian untuk sementara waktu. Semenjak semuanya apa-apa dilakukan dengan mandiri. Terasa bagaimana hidup tanpa adanya kalian. Meskipun itu “terlihat” sementara, namun rasanya tidak terlihat begitu sementara. Dan kali ini aku sedang berusaha menunjukkan sekaligus membuktikan bahwa apa yang kalian tanamkan sejak kecil itu sudah aku resapi dengan baik. Aku siap menerapkannya kepada kehidupanku tanpa kalian yang sementara ini. Baik pada diriku sendiri maupun kepada lingkungan sekitar.

Tidak lupa pula kepada kakak yang selalu memberi arahan sampai pada akhirnya aku ada di Universitas Jember ini. Terimakasih untuk tenaga yang dikorbankan untukku. Baik yang terlihat maupun tidak terlihat.

Mungkin hanya sekedar ucapan terimakasih saja tidak akan cukup untuk menyampaikan rasa syukurku kepada apa yang telah aku dapat selama aku hidup dengan kalian. Karena semua yang aku dapatkan pelajaran tentang  hidup tak akan pernah diajarkan oleh orang lain dalam hidupku selain keluarga. Aku ada didunia ini pun karena cinta dari keluarga.
Terimakasih (lagi) semoga kalian sehat selalu dan tetap dalam lindungan-Nya. Selalu! Dan doakan selalu. Semoga disaat aku kembali nanti, membawa segudang kebahagian dan aku akan mengunduhnya untuk kalian. Sekarang giliranku, Ayah, Ibu, Kakak!




         

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

About Me

Clock

>>>Hallo<<<
[Tulis] | [tutup]